Hidayah say's

Tunjukkan Aksimu di Ramadhan 1431 H.

Minggu, 13 Juni 2010

Pemilih Kian Mengemohi Parpol?



Survei terbaru LSI memang bikin bengong. Bagaimana tidak. Menurut survei itu, elektibilitas Demokrat justru meningkat. Sebaliknya, partai-partai oposisi (PDIP, Gerindra, Hanura) dan pseudo koalisi (Golkar, PPP,PKS, PAN) turun dibandingkan perolehan suara dalam pileg 2009 lalu.

Seperti yang sudah-sudah, terhadap survei ini juga banyak gugatan.

Yang tradisional terwakilkan dengan pertanyaan seperti ini "Itu pesenan".

Yang lebih kontekstual," Kalau benar SBY didukung rakyat, kenapa malah melepas Sri Mulyani?" atau juga seperti ini, "Ini dukungan kepada Sri Mulyani atau SBY, sebenarnya?"

Terhadap pertanyaan seperti di atas, ada beberapa catatan layak diberikan.

Pertama, saat ini LSI sedang dikontrak oleh Golkar. Jadi, agak sulit mencari penjelasan bagaimana survei itu jatuh sebagai "pesanan". Sebab dalam survei itu terlihat bahwa Golkar justru menukik. Yang lebih prinsip, LSI pastinya emoh melacurkan diri. Dan, itulah nilai jual LSI yang tak bisa ditandingi. Secara metodologis diakui, integritas juga dipelihara.

Kedua,anjloknya para parppol 'penggonggong' Century menunjukkan tingkah mereka gagal meraih hati pemilih. Sebaliknya, sikap yang ditunjukkan Demokrat dan PKB justru mendapat apresiasi. Secara konservatif dapat dikatakan, kenaikan suara Demokrat merupakan 'bentuk protes' terhadap perilaku partai-partai yang bisa jadi dinilai sudah bertingkah diluar kewajaran.

Ketiga, kalau lebih komprehensif, survei LSI menunjukkan adanya tren penurunan semua parpol, tak terkecuali Demokrat. Pada saat Century sedang panas-panasnya (Januari-Februari), tingkat keterpilihan Demokrat mencapai 32%! Namun, pada April 2010, turun menjadi 27%. Tapi, jumlah ini tetap lebih besar ketimbang hasil pileg 2009 lalu.

Partai-partai oposisi dan pseudo koalisi punya tren berbeda. Pada Maret 2010, mereka mengalami kenaikan suara, meski tipis. Tapi, pada April 2010, kembali nyungsep. PKS tercatat menjadi salah satu parpol yang paling tinggi jatuhnya, dari 8% menjadi tinggal 4%.

Bisa dikatakan, tren ini menunjukkan deparpolisasi di pemilih terus berlangsung. Kesimpulan ini diperkuat dengan kenyataan bahwa kinerja parpol dan DPR juga terendah dimata pemilih.

Demokrat beruntung karena punya figur SBY. Problem terbesarnya di masa datang adalah bagaimana mentransfer sentimen positif ini. Jika gagal, Demokrat bukan tak mungkin akan menghadapi masalah serius pada 2014.

Problem jarak dekat tentu saja menyangkut apa efek dari pemunduran Sri Mulyani? Untuk yang satu ini, kita sebaiknya menunggu survei berikutnya.

Tidak ada komentar: