
Jumat, 29 Januari 2010 | 13:54 WIB
YOGYAKARTA, KOMPAS - Meskipun tidak diakui pihak rektorat, Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada bersikeras melantik presiden terpilih 2010, Aza El Munadiyah. Mahasiswa menilai, tindakan rektorat menyalahi proses demokrasi kampus yang telah berlangsung.
Penolakan ini karena indeks prestasi (IP) Aza (22), mahasiswa angkatan 2006 Jurusan Fisika Fakultas Matematika IPA UGM, dinilai rektorat terlalu rendah sebagai seorang pemimpin organisasi mahasiswa. "Saat pemilihan berlangsung, IP dia hanya 1,96. Menurut peraturan, dengan nilai itu dia seharusnya sudah di-DO," kata Direktur Kemahasiswaan UGM Haryanto, Kamis (28/1) di Yogyakarta.
Menurut Haryanto, pihak rektorat menyayangkan rendahnya IP pemimpin organisasi mahasiswa. Hal ini menunjukkan, mahasiswa telah mengesampingkan syarat akademis yang merupakan tugas utamanya.
Haryanto mengakui, sejak 2008, Rektorat UGM berusaha menertibkan organisasi mahasiswa internal kampus. Hal ini dilakukan dengan menerbitkan surat keputusan (SK) penetapan ketua organisasi mahasiswa, kewajiban pengesahan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) organisasi, dan batas waktu periode jabatan. Pihak rektorat juga berencana mengetatkan peraturan dengan memberlakukan batas IP untuk pemimpin organisasi. "Tahun ini, kami baru akan mengadakan pemetaan," ujarnya.
Akan tetapi, Haryanto menuturkan, langkah ini merupakan upaya meredam kekritisan mahasiswa. Saat ini, di UGM terdapat sekitar 52 organisasi mahasiswa internal, terdiri atas BEM dan unit kegiatan mahasiswa. "Tolong dibedakan antara menata dan melarang. Sejauh ini, kami tidak melarang unjuk rasa maupun diskusi," ujarnya.
Akibat persoalan tersebut, pihak Rektorat UGM telah meminta BEM KM UGM mengganti presiden. Akan tetapi, permintaan tersebut ditolak mahasiswa dengan alasan proses demokrasi telah berlangsung dan tidak semudah itu dibatalkan. Aza tetap dilantik dalam Kongres Kedua BEM KM UGM yang berlangsung pertengahan Januari. (IRE)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar