(AFP) BANDUNG--MI: Permintaan masyarakat terhadap daging babi di Kota Bandung mengalami penurunan sebanyak 50 persen semenjak meraknya virus H1N1 atau flu babi.
"Permintaan daging babi mengalami penurunan sekitar 50 persen, sejak isu flu babi merebak," kata salah seorang petugas Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Ciroyom Kota Bandung, Maman, Minggu (26/7).
Ia mengatakan, selain berdampak pada turunnya omzet daging babi, isu flu babi juga berdampak pada harga daging babi di pasaran. Sebelum merebak isu flu babi, kata Maman, harga satu kilogram daging babi dijual seharga Rp20 ribu. Namun, saat ini, harganya hanya Rp15 ribu hingga Rp16 ribu per kilogram.
"Karena flu babi ini, praktis dengan harga yang turun tersebut, omzet penjualan daging babi juga ikut turun," katanya. Dikatakannya, dalam menjalankan usahanya di RPH Ciroyom Bandung, pihaknya selalu memperhatikan kesehatan hewan ternak yang akan dipotong. (Ant/OL-04)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar